Lomograph

14 03 2009

aman sekarang banyak banget orang yang cinta Fotografi. Punya kamera SLR udah jadi tren. Tapi dengan kebutuhan yang melambung bisa bikin kita pening. Butuh banyak banget duit. Nah, mau yang murah, menarik, seru, fun, dan gak butuh pinter-pinter fotografi, jawabnya adalah LOMO atau Lomography.

Bahasa aneh apapula itu? Lomografi? Tenang, kita bakal kasih tau biar gak ketinggalan jaman. Sebenarnya Lomografi ini ini adalah sebuah trademark dari produk Lomographische AG asal Austria. Nama ini dilisensikan dari perusahaan LOMO PLC di St. Petersburg, Russia.

Kamera LOMO LCA 35 mm memiliki lensa yang nggak biasa yang menghadirkan banyak distorsi di bagian tepi gambar dan gambar yang jernih di bagian tengah. Kamera jenis ini dipopulerkan oleh seorang pengusaha asal Austria yang memiliki galeri internasional.

Read the rest of this entry »





Kamera

14 03 2009

Kamera adalah alat paling populer dalam aktivitas fotografi. Nama ini didapat dari camera obscura, bahasa Latin untuk “ruang gelap”, mekanisme awal untuk memproyeksikan tampilan di mana suatu ruangan berfungsi seperti cara kerja kamera fotografis yang modern, kecuali tidak ada cara pada waktu itu untuk mencatat tampilan gambarnya selain secara manual mengikuti jejaknya. Dalam dunia fotografi, kamera merupakan suatu peranti untuk membentuk dan merekam suatu bayangan potret pada lembaran film. Pada kamera televisi, sistem lensa membentuk gambar pada sebuah lempeng yang peka cahaya. Lempeng ini akan memancarkan elektron ke lempeng sasaran bila terkena cahaya. Selanjutnya, pancaran elektron itu diperlakukan secara elektronik. Dikenal banyak jenis kamera potret.





Fotografi

14 03 2009

Fotografi (Photography, Ingrris) berasal dari 2 kata yaitu Photo yang berarti cahaya dan Graph yang berarti tulisan / lukisan. Dalam seni rupa, fotografi adalah proses melukis / menulis dengan menggunakan media cahaya. Sebagai istilah umum, fotografi berarti proses atau metode untuk menghasilkan gambar atau foto dari suatu obyek dengan merekam pantulan cahaya yang mengenai obyek tersebut pada media yang peka cahaya. Alat paling populer untuk menangkap cahaya ini adalah kamera.

Jadi dapat disimpulkan bahwa tidak ada cahaya, berarti tidak ada foto yang bisa dibuat

Prinsip fotografi adalah memokuskan cahaya dengan bantuan pembiasan sehingga mampu membakar medium penangkap cahaya. Medium yang telah dibakar dengan ukuran luminitas cahaya yang tepat akan menghailkan bayangan identik dengan cahaya yang memasuki medium pembiasan (selanjutnya disebut lensa).

Read the rest of this entry »





Ur Style

14 02 2009

Memang tidak keseluruhan karya grafiti/street art itu jelek atau merusak keindahan kota. Banyak karya yang justru semakin mempercantik dinding/tembok yang tadinya kumuh, seperti kolong jembatan, atau bangunan-bangunan yang sudah usang. Di dalam seni grafiti/street art, terdapat berbagai macam style atau aliran seperti throw-up atau yang biasa disebut fill-in. Ini adalah sebuah tehnik menggambar dengan sangat cepat, yang menggunakan dua sampai empat warna. Kecepatan memang menjadi tujuan utama dari gaya ini.

Yang paling dianggap seru dan menarik dalam seni grafiti/street art adalah gaya yang biasa disebut dengan wildstyle. Maksudnya, pada gaya tersebut sang bomber dapat melakukan apa saja dari segi desain atau pemilihan warna. Kalau di olahraga basket kita kenal sama yang namanya freestyle, begitu juga di dalam dunia grafiti/street art, semakin ekstrim karya yang dihasilkan oleh seorang bomber, maka pride dari bomber tersebut pun akan semakin meningkat. Karya-karya yang dihasilkan dari gaya ini biasanya cenderung membuat orang yang melihat mengernyitkan dahinya, dan harus memperhatikan dengan lebih seksama agar dapat mengerti maksud dan maknanya.

Read the rest of this entry »





Latar Belakang

14 02 2009

Coretan-coretan yang merupakan bentuk pencurahan jiwa sosial dari para bomber tersebut umumnya bersifat pesan sindiran, dari yang antar geng hingga ke hal-hal yang bersifat politis. Banyak dari karya-karya grafiti yang mengkritisi kebijakan-kebijakan politik suatu pemerintahan, termasuk di Indonesia. Sebuah lagu berjudul “Coretan Dinding” yang dinyanykan oleh Iwan Fals, menceritakan bagaimana situasi politik saat itu yang termuat melalui bentuk-bentuk seni grafiti di banyak tempat, di Indonesia. Ketidakpuasan terhadap sistem atau apapun, biasanya merupakan inspirasi terbesar dari seni grafiti/street art.

Tidak hanya di Indonesia, bahkan hampir di seluruh penjuru dunia, memposisikan grafiti/street art dengan reputasi yang buruk di mata pemerintah. Seni ini seringkali dituduh sebagai media yang paling frontal untuk menghujat atau pun mengkritik keras pemerintahan sebuah negara. Seni yang dikategorikan ke dalam jenis seni underground (karena selalu dilakukan secara diam-diam) ini memang biasanya dilakukan secara sembunyi-sembunyi di malam hari. Alexander Brener, adalah seorang tokoh yang sangat berjasa di bidang grafiti/street art. Lewat idenya yang brilian dan sentuhan tangan yang artistik, untuk pertama kalinya ia membawa politik ke dalam bidang seni. Ia sekaligus menjadi orang pertama yang menyuarakan politik lewat media seni grafiti/street art.





History

14 02 2009

Graffiti, biasa juga di sebut ‘Street Art’, yang berasal dari bahasa Itali yaitu “graffito” atau menggambar. Saat ini, seni graffiti/street art telah di akui menjadi bagian dari seni kontemporer. Sejarah graffiti/street art yang di kenal luas di seluruh dunia bermula pada tahun 1980-an, di kota New York, Amerika Serikat. Banyaknya bomber-bomber (sebutan untuk para street art) yang membom-bardir sudut-sudut kota Amerika pada saat itu cukup membuat kalang kabut pejabat pemerintahan, sampai-sampai pemerintah saat itu mengeluarkan larangan menjual cat semprot kepada mereka yang belum berumur 18 tahun ke atas. Dan para bomber yang tertangkap oleh Anti-Graffiti Task Force (pasukan yang bertugas memberantas bomber) pun di wajibkan membayar denda yang sangat berat, yaitu sebesar US$ 350.

Hingga akhirnya, juga di era yang sama, pemerintahan kota di beberapa negara bagian Amerika, termasuk Philadephia pun mengalah dan menyediakan lahan luas bagi para bomber untuk mengeksplorasi karya-karya mereka. Philadepia Anti-Graffiti Network (PAGN), yang sebelumnya merupakan sebuah jaringan yang begitu menentang seni grafiti, akhirnya pun luluh dan membentuk sebuah program yang di beri nama “Mural Arts Program”, yang khusus men-support segala bentuk aktifitas seni grafiti/street art di dalam satu komplek area. Dengan catatan, jika ada bomber yang membuat grafiti/street art di luar area tersebut, akan dikenakan sangsi sangat berat yang harus mereka terima.





URBAN ART

7 02 2009

Urban art adalah seni yang mencirikan perkembangan kota, dimana perkembangan itu kemudian melahirkan sistem di masyarakat yang secara struktur dan kultur berbeda dengan struktur dan kultur masyarakat pedesaan. Saat ini seni bukan lagi sekedar berlatar belakang tradisi tapi justru lebih merespon tradisi-tradisi baru terutama di daerah perkotaan yang secara demografis dihuni oleh anggota masyarakat yang sangat heterogen.

Urban art lahir karena adanya kerinduan untuk merespon kreativitas masyarakat yang tinggal di daerah perkotaan dengan segala problematikanya. Maka munculah usaha dari sekelompok orang untuk memamerkan dan mendatangkan seni ditengah-tengah masyarakat dengan cara melakukan kebebasan berekspresi di ruang publik. Ekspresi yang ditampilkan adalah ekspresi yang mencoba memotret permasalahan-permasalahan yang kerap terjadi dan mendominasi masyarakat urban mencakup masalah sosial, ekonomi, politik dan budaya. Melalui media seni dan dilatarbelakangi oleh pertumbuhan dan kapitalisasi kota itu sendiri. Zaman sekarang seni bukan lagi sebuah representasi yang ditampilakan digaleri saja, tapi sebuah media ekspresi yang bertarung di fasilitas publik dengan media lainnya seperti iklan di TV, billboard iklan, poster promosi, baliho dan lain-lain. Semua media ekspresi tersebut mendominasi dihampir setiap fasilitas publik.

Read the rest of this entry »





ART

7 02 2009

ART pada mulanya adalah proses dari manusia, dan oleh karena itu merupakan sinonim dari ilmu. Dewasa ini, seni bisa dilihat dalam intisari ekspresi dari kreatifitas manusia. Seni sangat sulit untuk dijelaskan dan juga sulit dinilai, bahwa masing-masing individu artis memilih sendiri peraturan dan parameter yang menuntunnya atau kerjanya, masih bisa dikatakan bahwa seni adalah proses dan produk dari memilih medium, dan suatu set peraturan untuk penggunaan medium itu, dan suatu set nilai-nilai yang menentukan apa yang pantas dikirimkan dengan ekspresi lewat medium itu, untuk menyampaikan baik kepercayaan, gagasan, sensasi, atau perasaan dengan cara seefektif mungkin untuk medium itu. Sekalipun demikian, banyak seniman mendapat pengaruh dari orang lain masa lalu, dan juga beberapa garis pedoman sudah muncul untuk mengungkap gagasan tertentu lewat simbolisme dan bentuk (seperti bakung yang bermaksud kematian dan mawar merah yang bermaksud cinta).